Saat ini telah hadir berbagai jenis camcorder di pasaran, mulai dari berukuran kecil untuk disimpan di saku hingga ukuran besar. Meskipun saat ini Anda dapat merekam video menggunakan kamera digital atau handphone pintar, namun tidak ada yang dapat menyamai hasil video yang direkam dengan camcorder yang memiliki fitur khusus untuk merekam video, terlebih jika Anda berniat untuk menyimpan video tersebut dalam waktu lama untuk sewaktu-waktu dinikmati bersama teman dan keluarga melalui layar lebar HDTV. Bagi Anda yang mencari camcorder berdefinisi standar, full HD ataupun yang memiliki harga terjangkau, panduan di bawah ini sepertinya dapat membantu Anda menemukan camcorder idaman.

Tips Membeli Camcorder

Camcorder di pasaran umumnya memiliki rentang harga antara $75 (sekitar 750 ribu rupiah) hingga $3,500 (sekitar 34 juta rupiah) dan memiliki berbagai pilihan spesifikasi. Untuk memilih camcorder yang sesuai, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Camcorder saku atau camcorder full-fitur?

Ini adalah pertanyaan awal yang harus Anda pikirkan terlebih dahulu. Camcorder full-fitur seperti Sony Handycam menawarkan kualitas lebih tinggi, lensa dengan optical zoom, stabilisasi optical image, suara stereo dan banyak opsi lainnya. Sedangkan camcorder saku seperti Kodak PlayFull, meskipun dijual dengan harga lebih murah, dengan desain kompak yang memudahkan Anda berbagi video secara online, namun memiliki kualitas dan fitur sangat terbatas. Keunggulan dari camcorder jenis saku hanya dalam sisi harga dan ukuran yang nyaman untuk dibawa-bawa, sehingga bila Anda hanya memiliki anggaran sekitar Rp. 750 ribu hingga Rp. 1.5 jutaan, sepertinya model camcorder saku lah paling tepat. Namun disarankan untuk membeli camcorder full-fitur bagi Anda yang menginginkan hasil video lebih berkualitas.

tips membeli camcorder

 

Mengapa sebaiknya memilih camcorder full-fitur?

Seperti juga handphone canggih saat ini, hampir semua jenis camcorder saku dilengkapi dengan zoom digital. Namun ketika Anda memperbesar suatu gambar, biasanya kualitas gambar tersebut langsung turun. Pada model camcorder full-fitur, umumnya memiliki zoom optical sesungguhnya sehingga Anda memiliki banyak pilihan untuk pengambilan gambar (close up atau telephoto) dengan hasil sempurna. Alasan ini cukup kuat untuk lebih memilih camcorder full-fitur, meskipun dijual dengan harga lebih mahal. Disamping itu, camcorder saku biasanya akan menyimpan video dengan format MPEG4, sedangkan full-fitur biasanya menyimpan dalam format AVCHD atau MPEG2 dengan kualitas jauh lebih baik. Apabila Anda ingin berbagi video dengan teman secara online, lebih baik Anda menggunakan smartphone dan tidak perlu membeli camcorder saku.

Mengenai harga, sebenarnya harga antara camcorder saku dan camcorder full-fitur tidak selalu berbeda jauh, tergantung pemilihan merek dan spesifikasi. Ada versi camcorder full-fitur dijual sekitar Rp. 2.2 jutaan yang merupakan camcorder full-fitur sederhana dengan definisi standar (MPEG2) yang mampu melakukan zoom dengan baik. Untuk camcorder dengan definisi tingkat tinggi, saat ini dijual dikisaran harga antara Rp. 2.9 jutaan hingga Rp. 4.9 jutaan.

Jika Anda menginginkan hasil berkualitas terbaik, sebaiknya memilih model yang menyediakan format AVCHD Progressive. Versi AVCHD 2.0 terbaru diperkenalkan akhir 2011 akan memampukan Anda merekam video 1920 x 1080/60p, lebih tinggi dibandingkan versi 1.0 dengan 60i.

Bagi Anda yang menginginkan dimensi selanjutnya, ada beberapa camcorder yang dapat merekam video full HD 3D, namun harganya cukup mahal – sekitar Rp. 10 jutaan ke atas. Beberapa produk camcorder dari Panasonic dijual bersama aksesoris lensa 3D, meskipun efek didapatkan tidak sebaik hasil perekaman dengan camcorder 3D sesungguhnya, namun cukup layak untuk dicoba dengan harga lebih terjangkau.

 

Penyimpanan video dan gambar di Camcorder

Salah satu trend dari camcorder adalah peningkatan kecepatan memori, apakah kecepatan memori kartu, penyimpanan onboard atau keduanya. Di masa lalu, camcorder menggunakan tape atau disk untuk menyimpan video. Tahun 2005 menandai mulai hadirnya camcorder model HDD, yang membuat ukurannya menjadi lebih kecil dan meningkatkan kapasitas penyimpanan secara drastic dibandingkan penyimpanan tape atau disk yang hanya terbatas sekitar 1-2 jam waktu merekam. Sebagai contoh, JVC GZ-HD620 dengan HDD 120GB mampu merekam kualitas terbaik video AVCHD selama kurang lebih 11 jam dan memiliki bobot hanya 11 ons termasuk baterai.

Meskipun pengurangan secara fisik sudah sangat spesifik, namun para pembuat camcorder tetap berusaha untuk mengecilkan camcorder. Salah satunya dengan menyediakan model yang hanya menggunakan slot memory card atau flash onboard dengan kapasitas berkisar antara 8GB hingga 96GB. Pabrikan umumnya menawarkan kamera tanpa penyimpanan internal yang hanya bergantung pada kartu SD sebagai tempat penyimpanan dan model dengan penyimpanan internal yang dapat ditingkatkan dengan kartu SD. Tentu saja camcorder tanpa penyimpanan internal memiliki harga jauh lebih rendah dibandingkan model lainnya. Bagi Anda yang memilih camcorder hanya dengan slot kartu SD, tentu harus membeli kartunya dan menyimpannya dengan rapih. Camcorder saku umumnya hadir dengan penyimpanan onboard dengan kapasitas 8GB atau 16GB, tergantung modelnya. Beberapa model camcorder saku juga memiliki slot kartu SD.

Masalah Megapixel Camcorder

Camcorder menggunakan sensor gambar seperti digunakan pada kamera digital. Perangkat dengan memiliki sensor lebih besar, tentunya mampu menyajikan video dan gambar lebih berkualitas. Camcorder definisi standar sederhana biasanya menggunakan CCD 680k-pixel. Model tersebut sebenarnya cukup baik, namun jika memungkinkan sebaiknya memilih camcorder dengan resolusi beberapa megapixel yang ditemukan pada tingkat awal camcorder model AVCHD. Tidak hanya akan memperoleh kualitas gambar lebih baik, namun Anda juga akan mendapatkan gambar lebih prima. Namun seiring dengan makin tingginya kualitas yang diinginkan, tentunya harganya pun semakin tinggi. Salah satu model terbaik camcorder adalah Sony NEX VG10/20, dengan ukuran sensor setara DSLR namun dijual dengan kisaran harga Rp. 19,5 jutaan bersama lensa pengganti.

Beberapa perusahaan mencatat besaran megapixel sebenarnya lebih tinggi dibandingkan perhitungan pixel yang sebenarnya. Bukan berarti perusahaan tersebut berbohong, hanya diperlukan beberapa penambahan figure untuk dapat meraih angka megapixel yang tertera tersebut.

Fitur zooming (perbesaran gambar) Camcorder

Camcorder full-fitur menawarkan zoom optical mulai dari standar 10x hingga 70x. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak ada camcorder saku yang mampu menawarkan hal ini. Lensa yang dibutuhkan untuk melakukan perbesaran gambar tersebut jauh lebih besar sehingga dapat menghasilkan gambar tajam, terutama di keadaan kurang cahaya. Trend baru telah hadir beberapa tahun ini adalah penyajian angle lebih besar. Secara umum, lensa camcorder akan mulai fokus di jarak sekitar 42mm dan diperbesar dari titik tersebut. Banyak model sekarang memulai fokus dijarak 30mm, ini berarti Anda dapat mengambil gambar secara lebih luas. Cara ini sangat menguntungkan bagi Anda yang ingin mengambil gambar saat kumpul keluarga, terutama di ruangan lebih kecil dan terbatas.

Suara mengagumkan dari Camcorder

Karena camcorder saku umumnya memiliki ukuran kecil, mereka tidak memiliki cukup ruang untuk mikrofon atau untuk merekam suara stereo. Namun tidak demikian bagi camcorder full-fitur yang memiliki tidak hanya 2 channel stereo, bahkan pada model yang lebih tinggi dapat merekam 5.1 channel suara surround yang akan menghasilkan suara sangat powerful dengan sistem speaker 5.1.

Masalah Harga Camcorder

Semua camcorder menggunakan layar LCD yang akan membingkai dan meninjau ulang hasil bidikan Anda. Tentu semuanya terkait dengan jumlah pixel, semakin tinggi jumlah pixel akan semakin baik hasilnya. Umumnya camcorder menyajikan layar mulai dari ukuran 2.7 inch dan 230k pixel atau layar 3.5 inch dengan 921k pixel sebagai camcorder terbaik yang banyak ditemukan saat ini. Ketika berpindah ke wilayah lebih tinggi, sebaiknya Anda memilih camcorder yang juga memiliki electronic viewfinders (EVFs / pencari tampilan elektronik). Fitur ini sangat dibutuhkan terutama apabila layar LCD berada langsung di bawah matahari. Anda juga akan menyaksikan bagaimana layar LCD akan menangani pencahayaan ketika melakukan hands-on. Ketika Anda memeriksa layar, pastikan camcorder tersebut nyaman digenggam dan peralatan kontrolnya berada di tempat paling baik. Banyak orang menyukai bentuk camcorder mungil, namun belum tentu jenis ini akan nyaman digenggam bagi seseorang dengan memiliki tangan cukup besar.

Stabilitas gambar camcorder

Camcorder memiliki dua jenis stabilisasi gambar – secara digital (elektronik) dan optikal. OIS (optical image stabilization) merupakan elemen lebih baik dari sisi penyesuaian lensa sesuai gerakan tangan. Hal ini mampu menghaluskan hasil pengambilan gambar dari berbagai gerak sentakan atau goyangan tangan. Sedangkan EIS (electronic image stabilization) menggunakan algoritma perangkat lunak untuk menghasilkan kestabilan setara, namun dapat menurunkan kualitas gambar. Apabila Anda memiliki anggaran cukup, sebaiknya memilih camcorder dengan OIS.

Kontrol tingkat lanjut Camcorder

Seluruh camcorder sebenarnya sangat mudah digunakan seperti mengendarai sepeda. Hanya perlu memilih mode otomatis, menyesuaikan zoom untuk mendapatkan subyek tepat dan menekan tombol perekam. Banyak camcorder memiliki fitur serupa dengan kamera digital, termasuk Intelligent atau Smart Auto, fitur yang dapat ‘menerka’ adegan pada sebuah bingkai dan menyesuaikan pengaturan. Ini merupakan fitur sempurna yang sebaiknya dimiliki. Di sisi lain, banyak juga camcorder memiliki mode layar spesifik (posisi portrait, landscape dan sebagainya) dan ada juga yang menyajikan kemampuan untuk menyesuaikan kecepatan rana, aperture, fokus, keseimbangan dan kompensasi eksposur. Semuanya tergantung dari kebutuhan Anda terhadap camcorder tersebut.

Informasi dari smartphone atau teman

Jangan lupa mencari berbagai informasi dari internet maupun teman Anda. Saat hendak membeli camcorder, jangan lupa membawa smartphone dan terhubung dengan akses web (jika ada) untuk mendapatkan informasi penting dari model yang Anda pertimbangkan. Kemungkinan juga Anda akan mendapat perbandingan harga lebih baik dari model sejenis, yang dapat menjadi patokan Anda untuk mendapat harga terbaik. (Jv/Digitaltrends).

Suka? Share Tips / Artikel ini...

Dapatkan Update Terbaru RikhoJansen.com. GRATIS!

Kami membenci SPAM dan menghormati serta menghargai PRIVACY Anda.