Dalam rangka bersaing di pasar ponsel kelas menengah bawah, Nokia meluncurkan Nokia Asha 501, smartphone berteknologi layar sentuh yang dibanderol dengan harga murah $99. Rencananya Asha 501 akan dipasarkan di sekitar 90 negara berkembang yang akan diawali dengan peluncurannya di New Delhi, India pada hari Kamis lalu. Asha 501 akan dijalankan dengan platform terbaru dari Nokia yang dinamakan Nokia Asha Platform, sebuah platform yang pada dasarnya merupakan update dari OS Series 40 dan diperkuat dengan software yang diakuisisinya tahun lalu. Menurut Chief Executive Nokia – Stephen Elop, Asha 501 dan platform Asha dipercaya akan mampu menciptakan kembali kategori smartphone harga murah. Meskipun perusahaan mengkategorikan 501 sebagai smartphone, namun beberapa pihak kurang menyetujui hal tersebut.

Nokia Asha 501 dirancang sebagai ponsel kompak dengan dukungan layar sentuh dan desain polycarbonate seperti yang juga digunakan di rangkaian smartphone Nokia Lumia. Asha 501 memiliki dimensi yang mungil 99 x 58 x 12 mm dan berbobot ringan 98 gram. Layar kapasitif yang digunakan berukuran 3 inch dengan resolusi QVGA. Ponsel mungil ini didukung dengan memori internal berkapasitas 4GB yang dapat diperbesar dengan kehadiran kartu microSD hingga 32GB. Kamera 3.2MP juga dibenamkan didalamnya sehingga pengguna dapat mengambil berbagai gambar dan bahkan merekam video. Beberapa port dan jack yang hadir di Asha 501 termasuk port microUSB untuk pengisian ulang baterai dan transfer data, serta jack headphone stereo model standar.

Hp Nokia Asha 501 Layar Sentuh Harga Murah

Nokia Asha 501

Sebagai ponsel low-end, Nokia Asha 501 hanya terbatas dijalankan di jaringan berbasis GSM termasuk Wi Fi, namun tidak mendukung jaringan 4G. Menurut Stephen Elop, keterbasan dukungan jaringan tersebut masih masuk akal untuk 80% bagian dunia, terutama di negara-negara berkembang. Handset layar sentuh yang berjalan di jaringan 2G dengan fitur dual SIM card ini memiliki fitur homepage tunggal untuk mengakses fungsi aplikasi dan panggilan, serta pilihan ke halaman Fastlane dari Nokia yang berisi aplikasi-aplikasi yang digunakan, kontak dan update jejaring sosial. Seperti handset dengan platform Series 40 lainnya, Asha 501 juga menghadirkan fitur browser Nokia Xpress yang akan mengkompres halaman web hingga 90% untuk menghemat penggunaan data. Nokia juga menjanjikan versi beta untuk alat pembayaran in-app pada beberapa minggu mendatang, sehingga memungkinkan developer untuk menjual kontennya dalam aplikasi mereka.

Di sisi baterai, Nokia mengklaim bahwa Asha 501 mampu bertahan 48 hari dalam mode standby dan 17 jam waktu bicara. Dengan kapasitas baterai tersebut, perusahaan cukup yakin Asha 501 mampu memenuhi kebutuhan konsumen di negara berkembang yang mungkin masih memiliki masalah aliran listrik dan juga untuk anak-anak muda yang banyak menggunakan internet. Menurut rencana, Nokia akan mulai menjual Nokia Asha 501 pada bulan Juni 2013 mendatang dengan harga $99 tanpa kontrak atau subsidi. (Dl/Zdnet, wsj).