Ouya, pendatang baru di ranah konsol video game hadir dengan basis Android dan dibanderol seharga US$ 99 per unit. Ouya sepertinya akan menjadi pesaing baru bagi berbagai konsol video game yang telah lebih dulu beredar termasuk PlayStation Sony, Xbox Microsoft maupun Nintendo. Bahkan menurut blog Kickstarter, Ouya telah berhasil meraih angka penjualan hingga US$ 1 juta dalam waktu tersingkat (8 jam 22 menit) selama sejarah kampanye penjualan di blog tersebut.
Spesifikasi Ouya mirip dengan computer tablet dan ponsel Android papan atas yang beredar saat ini, termasuk prosesor quad core Nvidia Tegra 3, RAM 1GB dan penyimpanan 8GB. Juga tersedia slot HDMI yang menyajikan output video 1080p serta konektivitas Bluetooth 4.0 dan USB 2.0 untuk dapat berhubungan dengan perangkat eksternal lainnya termasuk alat kendali nirkabel. Daya tarik utama dari Ouya – yang dilafalkan mirip dengan ‘booya’ tanpa huruf ‘b’ sepertinya karena teknologi open-source yang diadopsinya dan tentu saja harganya yang cukup murah serta tujuan dari konsol tersebut yang dibuat secara khusus agar para pemain game kembali ke hari-hari ketika video game dimainkan di layar besar dan tidak di perangkat genggam.
Pencipta Ouya, Julie Uhrman, menjelaskan hal yang mendasari pertimbangannya membuat Ouya. “Sekarang ini sangat banyak yang berfokus pada platform mobile dan web. Lebih mudah membangun games untuk platform tersebut dibandingkan dengan televise… Saya berusaha untuk mencari jalan bagaimana kami dapat balik ke (platform) itu?”
Meskipun Ouya berbasis Android dan dapat menjalankan berbagai game yang awalnya dibangun untuk berbagai tablet dan ponsel Android, konsol ini hanya menggunakan OS sebagai dasar bagi platform gaming-nya sendiri. Berarti developer masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan agar game buatan mereka dapat tampil di layar besar. Selain itu, sepertinya pembuat Ouya ingin mengoptimasi kontrolernya, sehingga selain memiliki set seperti biasa terdiri dari thumbsticks analog, tombol dan pemicu, ditambahkan juga dengan touchpad keci di tengahnya.
Ouya ingin melenyapkan penghalang untuk dapat mengembangkan game lebih luas dibandingkan dengan konsol game tradisional, sehingga meniadakan biaya lisensi dan setiap konsol akan dibundel dengan sebuah kit pengembangan software. Hanya diberikan satu peraturan utama yang harus diikuti oleh seluruh developer: Semua game harus memiliki elemen gratis untuk mencoba, demo fitur yang dikunci atau pengalaman game selengkapnya yang dilakukan melalui transaksi micro.
Pcworld, huffingtonpost