Foxconn, perusahaan penyedia komponen elektronik terbesar di dunia asal Taiwan dilaporkan sedang mempertimbangkan Indonesia sebagai lokasi pabrik terbarunya, demikian dikatakan oleh Andrew Shia, Pimpinan dari Taipei Economic and Trade Office di Jakarta. Pertimbangan tersebut didasari karena Indonesia dianggap negara yang dapat menciptakan penurunan biaya yang cukup signifikan baik dari sisi tenaga kerja maupun biaya operasional dibandingkan negara lainnya.
Andrew menjelaskan bahwa perwakilan dari Chinese National Federation of Industries (CNFI) telah menyebutkan sekitar 10,000 anggota (perusahaan) tengah mempertimbangkan untuk masuk ke negara lain, khususnya Indonesia. Pada pertemuan yang diadakan antara CNFI dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) telah ditandatangai MoU dalam rangka memperkuat hubungan di bidang ekonomi dan perdagangan. Menurut Sofjan Wanandi sebagai ketua APINDO, salah satu perusahaan yang kemungkinan besar mengarah ke Indonesia adalah Foxconn.
Foxconn sendiri merupakan perusahaan yang memproduksi sekitar 40% kebutuhan komponen elektronik dunia termasuk mendukung beberapa merek global seperti Apple dan Dell, demikian laporan dari New York Times. Menurut Menteri Perindustrian, MS Hidayat, kehadiran Foxconn di Indonesia, yang sepertinya akan berinvestasi sekitar US$1 miliar, akan membuka lapangan kerja baru dalam jumlah yang sangat besar. Sedangkan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, mengatakan bahwa dirinya telah berdiskusi mengenai investasi tersebut dengan perwakilan dari Foxconn saat berkunjung ke Taiwan bulan lalu.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan terpilihnya Indonesia adalah posisi geografis Indonesia yang strategis antara Asia dan Australia, demikian analisa dari Darwin Lie –analis pasar dari International Data Corporation (IDC). “Indonesia dapat menjadi pusat kegiatan bagi Asia dan Australia, dan juga bagi Asia Timur dan Asia Selatan,” ujar Darwin. Dirinya juga menambahkan bahwa kehadiran Foxconn akan berdampak luas pada industri perangkat lokal karena kemungkinan akan mengembangkan pabrik besar pertama di Indonesia yang mengkhususkan diri di bidang perangkat, yang kemungkinan dapat menurunkan harga sejumlah perangkat tertentu.
Namun Darwin juga menambahkan bahwa masalah keamanan dan stabilitas politik di Indonesia juga menjadi pertimbangan negatif bagi Foxconn. Berikut juga dengan masalah ketenagakerjaan yang berlanjut menjadi kendala bagi faktor produksi. Awal tahun ini, produksi pabrik terus merosot akibat demo dan protes yang berkepanjangan dari para pekerja yang menuntut upah minimum yang lebih tinggi. (Jv/thejakartapost).
Silahkan Respon Anda, bagikan via Facebook ...
-----------------------------------------------------------------------------------------------Kami membenci SPAM! Kami menghormati dan menghargai PRIVACY Anda.