Apple baru saja mengumumkan layanan iTunes Store untuk 12 negara di Asia: Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei, Malaysia, Kamboja, Laos, Macau, Thailand, Sri Lanka, Vietnam dan Filipina. Sebelumnya, iTunes Store hanya hadir di Jepang sejak Agustus 2005. Kehadiran Apple iTunes Store di sejumlah negara di Asia merupakan kabar gembira bagi para penggemar musik. Pengguna dapat membeli berbagai jenis musik dan film (atau menyewa) dari iTunes. Lebih lanjut Apple juga menyatakan bahwa akan meluncurkan layanan iTunes Match. Peluncuran iTunes Store di Asia merupakan langkah lanjutan dari Apple dengan tujuan melokalisir harga dari aplikasi di suatu daerah.
Dalam press releasenya, Apple menyatakan bahwa iTunes Store di Asia akan menyajikan pilihan musik lokal yang menakjubkan dan musik internasional dari label terkemuka dan ribuan label indipenden. Beberapa fitur artis lokal yang tersedia akan tersedia di iTunes Store antara lain Jay Chou, Girls Generation dan Andy Lau. Sedangkan artis internasional meliputi ADELE, The Beatles dan Jason Mraz serta sejumlah musikus klasik terkemuka didunia termasuk Lang Lang, Yo Yo Ma dan Yuja Wang. Konsumen dapat memilih lebih dari 20 juta lagu yang tersaji untuk dibeli dan diunduh dari iTunes Store.
Apple pertama kali membuka iTunes Store pada April 2003 dengan tujuan mendukung penjualan iPod, perangkat pemutar musik. iTunes Store juga bergabung dengan Apple App Store yang telah menyediakan lebih dari 650,000 aplikasi bagi konsumen di 155 negara. Dengan keberadaan iTunes Store yang baru, konsumen tidak hanya dapat menikmati berbagai jenis musik, namun juga dapat menyewa atau membeli berbagai jenis film, yang sebagian besar hadir dengan teknologi HD, dari berbagai studio terkemuka termasuk 20th Century Fox, Paramount Pictures, Sony Pictures Home Entertainment, The Walt Disney Studios dan Warner Bros. Pictures.
Apple menyatakan, “iTunes Store adalah langkah terbaik untuk pengguna iPhone, iPad, iPod, Mac dan PC untuk dapat menemukan, membeli dan mengunduh musik online secara resmi. Seluruh musik dari iTunes Store hadir dengan format Apple DRM gratis yang disebut iTunes Plus dengan kualitas tinggi 256 kbps AAC encoding untuk dapat menyajikan audio (suara) yang tidak dapat dibedakan dari rekaman aslinya.” Apple juga memberi gambaran kehadiran software ‘iTunes in the Cloud’ yang memungkinkan pengguna mengunduh musik iTunes yang pernah dibelinya di seluruh perangkat iOS yang dimilikinya tanpa dikenakan biaya tambahan.
Dengan hadirnya iTunes Store di Asia, berarti penduduk Asia tidak lagi bergantung pada kartu hadiah iTunes dari Amerika atau negara lain yang memiliki iTunes Store untuk dapat membeli musik dan film. Dan ini juga berarti, Apple kemungkinan besar akan menjual Apple TV di Asia. Apple mengatakan bahwa iTunes 10.6.3 untuk Mac dan Windows termasuk iTunes Store telah tersedia untuk diunduh gratis melalui apple.com/asia/itunes.
Sekilas gambaran harga musik di iTunes Store, satu lagu biasanya dijual seharga US$0.99 (sekitar 9500 rupiah). Album biasanya memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan membeli lagu satuan. Untuk penjualan film di Singapura, harganya sangat bervariasi tergantung pada tanggal peluncuran dan versi yang disajikan. Untuk versi HD biasanya dijual di kisaran S$19.98 (Rp. 148.000) hingga S$24.98 (Rp. 185.000) atau disewakan dengan harga S$4.98 (Rp. 37.000) hingga S$5.98 (Rp. 44.300). Tentunya film dengan standard definition dijual dengan harga yang lebih rendah. (Jv/Cnet, apple).