Aplikasi SleepBot adalah aplikasi yang dibuat untuk membantu penggunanya melacak, memasuki serta menganalisa pola tidur seseorang dalam rangka membantunya menemukan masalah sulit tidur yang dialaminya. Aplikasi ini diciptakan oleh dua orang pelajar yang memiliki masalah ‘kurang tidur’ pada tahun 2010, Jane Zhu – mahasiswi keuangan dan pemasaran di NYU dan Edison Wang – mahasiswa teknik elektro di Cooper Union. Keduanya ingin menciptakan alat yang dapat diaktifkan dan dimatikan saat seseorang akan atau bangun tidur untuk melacak dan menganalisis waktu tidurnya. Dan menurut Zhu, perangkat yang sepertinya akan disentuh seseorang sebelum dan pada waktu bangun tidur adalah handphone.
Sesungguhnya kedua pelajar ini tidak berencana untuk menciptakan suatu teknologi baru untuk mengikuti kompetisi Startup yang disponsori NYU sampai kemudian pengguna aplikasi SleepBot terus bertambah. Ternyata SleepBot berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut dan meraih hadiah uang $40,000. Uang tersebut kemudian digunakan untuk menyewa kantor, meningkatkan server dan mulai bekerjasama dengan aplikasi iOS di masa mendatang. Kini sekitar 70,000 hingga 80,000 orang menggunakan aplikasi ini setiap minggunya untuk melacak rutinitas waktu tidur mereka. Dan jumlah pengguna yang menginstal aplikasi tersebut melalui Google Play terus bertambah.
Saat ini SleepBot diawaki oleh tim yang terdiri dari 3 orang yang berbasis di New York. Seiring perkembangan selanjutnya, aplikasi tersebut kini menawarkan kepada pengguna cara untuk melacak tidur, menyetel alarm, tips untuk dapat tidur nyenyak dan tampilan statistik secara online. Pengguna dapat membandingkan pola tidur secara bulanan, mingguan atau dari hari ke hari. Kartu laporan tidur akan menampilkan total waktu istirahat, utang waktu kumulatif, rata-rata waktu tidur dalam sehari dan frekuensi utama waktu tidur dan waktu bangun.
Platform web ini disinkronisasikan dengan platform mobile, sehingga update dan pembagian data melalui Facebook atau Twitter dapat dilakukan di desktop atau perangkat mobile lainnya. Tim tersebut ingin menggabungkan sistem pembacaan akselerometer mobile dalam laporan mereka. Kebanyakan handphone pintar memiliki akselerometer untuk melacak gerakan. Zhu menyadari bahwa masyarakat menginginkan hal tersebut dan berharap fitur tersebut akan tersedia pada update aplikasi di bulan Agustus. Selain itu melalui update tersebut akan diluncurkan fitur lainnya yaitu kemampuan melakukan hashtags pada tinjauan tidur malam.
“Anda dapat membandingkan seluruh catatan dan tingkat tidur dengan #alcohol tag untuk mempelajari bagaimana hal tersebut mempengaruhi waktu tidur Anda,” kata Zhu. Pengguna dapat menentukan variabel pencariannya masing-masing. Zhu menambahkan, “Kami ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap tidur. Itu adalah suatu hal yang diluar kontrol manusia. Tidur dapat menjadi sesuatu yang dijadwalkan secara aktif dan dinikmati.” (Dl/mashable).